Sabtu, 28 Januari 2012

Biografi Benyamin Franklin



BENYAMIN FRANKLIN
( 1706 – 1790 )

Franklin seorang bangsa Amerika yang sangat cerdas dan cakap serta termasuk salah seorang pelopor Kemerdekaan bangsa Amerika.
Franklin pertama kali menemukan system penangkal petir.
Menurut ceritera pada suatu hari ketika hari buruk, langit diliputi awan hitam, pergilah ia dengan anaknya ke tanah lapang di luar tempat kediamannya di Philadelpia. Ia membawa sebuah layang-layang yang dibuatnya sendiri, di sebelah atas dari layang-layang itu dilekatkan sebatang logam runcing dan untuk kesetimbangan layang-layang itu diberi ekor yang panjang. Layang-layang kemudian dinaikkan dan pada ujung talinya yang panjang diikatkan sebuah anak kunci yang besar. Pada anak kunci ini diikat pula seutas benang sutera, dan benang inilah yang dipegang. Menurut pengalaman Franklin benang sutera tidak dapat mengantarkan aliran listrik.
Setelah awan hitam mendekati layang-layang, Franklin dapat memegang anak kunci itu dengan tidak merasa apa-apa. Tetapi hal itu hanya sebentar, karena tali layang-layang menjadi lembab oleh gerimis, terasalah olehnya sekarang suatu denyutan bila ia memegang anak kunci.

Bahkan ia dapat meloncatkan bunga api dari anak kunci ke tangan Franklin yang didekatkan atau dari anak kunci ke tanah.
Ia merasa gembira sekali akan bukti yang ia temukan itu bahwa listrik itu tertarik dari awan hitam ke bumi melalui batang logam yang runcing, tali lembab dan anak kunci.
Jadi kilat itu tidak lain daripada suatu gejala listrik, yaitu bunga api yang sangat besar dan meloncat dari awan hitam ke bumi atau dari awan ke awan.
Pada ketika itu dicarilah oleh Franklin penggunaan-penggunaan yang berfaedah dari pendapatnya. Usahanya berhasil ketika ia menemukan penangkal petir yaitu suatu alat untuk menjaga bahaya kebakaran rumah-rumah sebagai akibat sambaran petir.
Dalam hal ini ia menggunakan beberapa kenyataan yang berdasarkan pengalaman-pangalaman yaitu :
1.     Petir itu bila hendak menyambar selalu memiliki ujung yang tertinggi dari benda-benda di sekitarnya.
2.    Alat-alat yang terbuat dari logam dapat menarik petir itu dan mudah menghantarkan arus listrik.
3.    Alat-alat yang basahpun dapat juga menjadi penghantar kilat.
Franklin juga pernah melakukan percobaan mengenai titik didih air.
Ø  Sebuah labu yang bulat diisi air tidak penuh dan dipanasi sampai mendidih.
Ø  Setelah itu labu ditutup dengan gabus dan dibalik.
Air menjadi dingin sedikit dan tidak mendidih lagi.
Jika labu itu disiram dengan air dingin maka tampaklah air mendidih lagi.
Karena air yang dingin itu, uap air di dalam labu mengembun, tekanan di atas air berkurang dan ternyata air mendidih lagi, sebab air tidak begitu cepat menjadi dingin sebagai uap air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar