BENYAMIN FRANKLIN
( 1706 – 1790 )
Franklin seorang bangsa Amerika yang sangat cerdas dan cakap serta termasuk salah seorang pelopor Kemerdekaan bangsa Amerika.
Franklin pertama kali menemukan
system penangkal petir.
Menurut ceritera pada suatu hari
ketika hari buruk, langit diliputi awan hitam, pergilah ia dengan anaknya ke
tanah lapang di luar tempat kediamannya di Philadelpia. Ia membawa sebuah
layang-layang yang dibuatnya sendiri, di sebelah atas dari layang-layang itu
dilekatkan sebatang logam runcing dan untuk kesetimbangan layang-layang itu
diberi ekor yang panjang. Layang-layang kemudian dinaikkan dan pada ujung
talinya yang panjang diikatkan sebuah anak kunci yang besar. Pada anak kunci
ini diikat pula seutas benang sutera, dan benang inilah yang dipegang. Menurut
pengalaman Franklin benang sutera tidak dapat mengantarkan aliran listrik.
Setelah awan hitam mendekati
layang-layang, Franklin dapat memegang anak kunci itu dengan tidak merasa
apa-apa. Tetapi hal itu hanya sebentar, karena tali layang-layang menjadi
lembab oleh gerimis, terasalah olehnya sekarang suatu denyutan bila ia memegang
anak kunci.
Bahkan ia
dapat meloncatkan bunga api dari anak kunci ke tangan Franklin yang didekatkan
atau dari anak kunci ke tanah.
Ia merasa gembira sekali akan bukti
yang ia temukan itu bahwa listrik itu tertarik dari awan hitam ke bumi melalui
batang logam yang runcing, tali lembab dan anak kunci.
Jadi kilat itu tidak lain daripada
suatu gejala listrik, yaitu bunga api yang sangat besar dan meloncat dari awan
hitam ke bumi atau dari awan ke awan.
Pada ketika itu dicarilah oleh Franklin
penggunaan-penggunaan yang berfaedah dari pendapatnya. Usahanya berhasil ketika
ia menemukan penangkal petir yaitu suatu alat untuk menjaga bahaya kebakaran
rumah-rumah sebagai akibat sambaran petir.
Dalam hal ini ia menggunakan
beberapa kenyataan yang berdasarkan pengalaman-pangalaman yaitu :
1.
Petir itu bila hendak menyambar
selalu memiliki ujung yang tertinggi dari benda-benda di sekitarnya.
2.
Alat-alat yang terbuat dari
logam dapat menarik petir itu dan mudah menghantarkan arus listrik.
3.
Alat-alat yang basahpun dapat
juga menjadi penghantar kilat.
Franklin
juga pernah melakukan percobaan mengenai titik didih air.
Ø Sebuah labu yang bulat diisi air tidak penuh dan dipanasi sampai
mendidih.
Ø Setelah itu labu ditutup dengan gabus dan dibalik.
Air menjadi dingin sedikit dan tidak mendidih lagi.
Jika labu itu disiram dengan air
dingin maka tampaklah air mendidih lagi.
Karena air yang dingin itu, uap air
di dalam labu mengembun, tekanan di atas air berkurang dan ternyata air
mendidih lagi, sebab air tidak begitu cepat menjadi dingin sebagai uap air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar